Biografi Moh Hatta | Profil Dan Biodata Tokoh Proklamator Indonesia

Diposting pada 17.387 views

Biografi Moh Hatta singkat – Moh Hatta merupakan seorang tokoh pendekar nasional Indonesia yang dikenal salah satu tokoh proklamator Indonesia. Ia lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902 dan kemudian meninggal di Jakarta pada 14 Maret 1980 di usia yang ke-77 tahun. Selain sebagai tokoh proklamator, ia juga dikenal sebagai Wapres Indonesia yang pertama, Bapak Koperasi Indonesia serta sosok yang nasionalis dan anti-korupsi.

Di bawah ini akan dibahas mengenai profil Moh Hatta, mencakup biografi, sejarah, perjalanan hidup, keluarga, masa perjuangan, waktu meninggal hingga biodata Moh Hatta lengkap selaku tokoh pendekar nasional Indonesia.

(baca juga biografi Soekarno singkat)

Biografi Moh Hatta

Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Fort de Kock, Hindia Belanda, dimana kini menjadi wilayah Bukittinggi di provinsi Sumatera Barat. Nama lahirnya yaitu Muhammad Athar yang berarti harum.

Keluarga Moh Hatta

Ayah Moh Hatta yaitu Muhammad Djamil dan ibunya berjulukan Siti Saleha. Ayahnya merupakan keturunan ulama di Batuhampar, erat dengan Payakumbuh. Sementara ibunya dari suku Minangkabau dan berasal dari keluarga pedagang. Ia yaitu anak kedua sesudah anak pertama yang berjulukan Rafiah.

Sejak kecil, Moh Hatta diajarkan dalam lingkungan keluarga yang Islami. Kakeknya, Abdurahman Batuhampar yaitu seorang ulama pendiri Surau Batuhampar. Saat masih bayi, ayah Moh Hatta meninggal. Ibunya menikah lagi dengan Agus Haji Ning, pedagang dari Palembang.

Pendidikan Moh Hatta

Moh Hatta menempuh pendidikan formal di sekolah swasta, namun kemudian pindah ke sekolah rakyat. Ia kemudian pindah ke ELS (Europeesche Lagere School) di Padang hingga tahun 1913, sebelum melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) hingga tahun 1917.
Selain pendidikan formal, Moh Hatta juga menerima banyak ilmu agama. Ia menerima ilmu dari para ualama. Moh Hatta juga tertarik pada ilmu ekonomi. Ia pun aktif pada organisasi Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara.
Mohammad Hatta menikah dengan Rahmi Hatta pada tanggal 18 November 1945. Keduanya kemudian dikarunai tiga anak wanita yang berjulukan Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta dan Halida Nuriah Hatta.

Moh Hatta di Dunia Politik dan Organisasi

Moh Hatta kemudian melanjutkan sekolah di Belanda di Handels Hogeschool. Ia pun mulai tertarik di dunia politik semenjak itu. Hatta masuk organisasi sosial Indische Vereeniging atau Perhimpunan Indonesia sebagai bendahara. Organisasi ini kemudian menjadi gerakan politik sebab adanya efek Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker.
Ia sempat menjadi pemimpin Perhimpunan Indonesia  semenjak tahun 1926, sehingga studinya jadi molor. Di bawah kepemimpinannya, perhimpunan ini lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan di Indonesia dengan memberikan banyak komentar dan ulasan di media massa. Ia sempat berhenti sebagai ketua namun dipilih kembali hingga tahun 1930.

Pada 1927, Hatta sempat ditangkap oleh penguasa Belanda atas tuduhan mengikuti partai terlarang dan terlibat pada pemberontakan yang dilakukan PKI dari tahun 1926 hingga 1927. Ia sempat dieksekusi tiga tahun penjara di Rotterdam, namun hasilnya dibebaskan sesudah beberapa bulan sebab tidak terbukti tuduhannya.

Pada tahun 1931, Hatta mundur dari Perhimpunan Indonesia sebab ingin fokus studi. Hal ini menciptakan PI kemudian dikuasai oleh komunis dari Partai Komunis Belanda, yang kemudian mengeluarkan Hatta dari organisasi.
Akibatnya, Hatta dan rekan-rekannya menciptakan gerakan tandingan berjulukan Gerakan Merdeka yang kemudian berganti nama menjadi Pendidikan Nasional Indonesia. Setelah Hatta kembali dari Belanda, ia dan Syahrir ditangkap Belanda semenjak 1934 dan dibuang ke Digul, kemudian dipindahkan lagi ke Banda Neira.
Selama di pengasingan, Moh Hatta banyak menulis di koran-koran Jakarta. Artikelnya tidak terlalu politis, namun lebih bersifat analisis dan edukasi. Ia juga sering membaca dan membawa semua bukunya di pengasingan.

Perjuangan Moh Hatta di Era Kemerdekaan Indonesia

Pada tahun 1941 terjadi Perang Pasifik dimana kemudian Jepang segera menguasai wilayah Indonesia. Hatta sempat ditawari kerjasama dengan Jepang dan diberi jabatan penting, namun ia menolak dan menentukan menjadi penasehat.

Ia dijadikan penasihat dan diberi sebuah kantor di Pegangsaan Timur dan rumah di Oranje Boulevard. Awalnya ia dipekerjakan dengan keinginan sanggup menguntungkan Jepang, namun bersama-sama justru Hatta yang memanfaatkan posisinya untuk membela kepentingan rakyat.
Pada ketika masa persiapan kemerdekaan Indonesia, Moh Hatta mempunyai tugas besar. Ia menjadi anggota BPUPKI dan sempat juga diundang ke Dalat, Vietnam bersama Soekarno dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai wakil ketua PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 16 Agustus 1945, terjadi kejadian Rengasdengklok ketika Bung Hatta dan Bung Karno diculik oleh golongan muda untuk mendesak percepatan proklamasi kemerdekana Indonesia. Moh Hatta turut menyusun dan mempersiapkan teks proklamasi Indonesia di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan. Moh Hatta turut mendampingi Soekarno yang membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Bersama Soekarno, Moh Hatta pun dikenal sebagai tokoh proklamator.

Berdasarkan hasil sidang PPKI, Moh Hatta kemudian dipilih sebagai Wakil Presiden Indonesia yang pertama, mendampingi Soekarno sebagai presiden. Ia dikenal sebagai sosok nasionalis yang berperan dalam banyak sekali tantangan diplomasi Indonesia selama masa-masa awal kemerdekaan.

Bung Hatta sempat mengadakan Kongres Koperasi hingga kemudian ditetapkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, ia juga sempat menjadi Perdana Menteri dan merangkap sebagai Menteri Pertahanan.

Pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), Moh Hatta menjadi Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri. Namun setelahnya Bung Hatta kembali menjadi Wapres usai RIS runtuh. Pada tanggal 30 November 1956, Moh Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden sebab menurutnya, posisi Wakil Presiden tidak dibutuhkan pada kabinet parlementer.

Moh Hatta Meninggal

Usai mundur dari posisi wakil presiden, Moh Hatta mengisi waktunya dengan menulis buku dan mengajar. Moh Hatta kemudian wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Jakarta Selatan. Ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Ia ditetapkan sebagai pendekar proklamator pada 23 Oktober 1986 oleh pemerintahan Soeharto. Pada 7 November 2012, Bung Hatta bersama Bung Karno juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia oleh pemerintahan SBY.

Biodata Moh Hatta

Nama lahir : Muhammad Athar
Tempat lahir : Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat)
Tanggal lahir : 12 Agustus 1902
Tempat meninggal : Jakarta, Indonesia
Tanggal meninggal : 14 Maret 1980 (usia 77 tahun)
Makam : Tanah Kusir, Jakarta
Penghargaan sipil : Pahlawan nasional Indonesia

Foto Moh Hatta

 Moh Hatta merupakan seorang tokoh pendekar nasional Indonesia yang dikenal salah satu tok Biografi Moh Hatta | Profil dan Biodata Tokoh Proklamator Indonesia

 Moh Hatta merupakan seorang tokoh pendekar nasional Indonesia yang dikenal salah satu tok Biografi Moh Hatta | Profil dan Biodata Tokoh Proklamator Indonesia

 Moh Hatta merupakan seorang tokoh pendekar nasional Indonesia yang dikenal salah satu tok Biografi Moh Hatta | Profil dan Biodata Tokoh Proklamator Indonesia

Nah demikian klarifikasi profil dan teks biografi Moh Hatta selaku tokoh pendekar nasional Indonesia yang berjasa dalam usaha proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang nasionalis dan seorang negarawan sejati dengan jasa besar bagi Indonesia.