Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahan Kanker Usus

Diposting pada 1 views

Kanker sanggup tumbuh dan berkembang di penggalan tubuh mana pun, termasuk semua penggalan usus. Kanker sanggup mulai berkembang di usus kecil, usus besar, dan hingga ke rektum. Mari simak masing-masing penyebab, gejala, hingga pengobatannya berikut ini. 

Penyebab kanker usus

Penyebab dari kanker hingga ketika ini belum sanggup dipastikan. Namun, perkembangan kanker diketahui dimulai dari terjadinya mutasi DNA dalam sel-sel tubuh yang sehat.

DNA berisi serangkaian warta yang memberi tahu apa yang harus dilakukan oleh sel di usus. Sel-sel sehat umumnya berfungsi menjaga tubuh Anda bekerja normal. Namun, ketika DNA sel yang sehat jadi rusak akhir mutasi, sel-sel tersebut akan terus membelah secara ganas dan membentuk tumor.

Mutasi dari banyak gen berbeda biasanya diharapkan untuk hingga sanggup mengakibatkan kanker usus.

Seiring waktu, sel-sel kanker sanggup menyebar dan menghancurkan sel dan jaringan normal lain di dekatnya.

Meski penyebab utamanya belum diketahui, namun faktor risiko tertentu mirip genetik dan gaya hidup tidak sehat sanggup meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker.

Dua jenis kanker usus

Kanker sanggup bertumbuh di penggalan mana pun dari usus Anda.

Namun umumnya, jenis kanker usus terbagi menjadi dua mengikuti anatomi usus dalam pencernaan manusia.

1. Kanker usus kecil

Usus kecil bertanggung jawab untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari masakan yang Anda makan. Usus kecil juga membantu sistem imun melawan kuman dan virus yang masuk ke tubuh Anda bersama makanan.

Mutasi sel sanggup bermula di duodenum (usus 12 jari), jejunum (bagian tengah melingkar), dan ileum (bagian terakhir).

Kanker usus kecil termasuk jenis kanker langka.

2. Kanker usus besar

Usus besar ialah penggalan terakhir dari susukan pencernaan yang menyatu dengan rektum dan anus.

Kanker usus besar sanggup terjadi pada usia berapa pun. Namun, penyakit ini lebih sering memengaruhi orang cukup umur di usia tua.

Kanker pada awalnya sanggup berwujud sebagai gumpalan kecil non-kanker (jinak) yang disebut sebagai polip di dalam usus besar.

Seiring waktu tanpa pengobatan yang tepat, polip sanggup berkembang mengganas menjadi kanker.

Kanker sanggup berkembang di penggalan mana saja dari usus besar. Usus besar itu sendiri berukuran sekitar 5-6 meter, yang mempunyai tiga bagian, yaitu sekum (cecum), kolon, dan rektum (rectum).

3. Kanker kolorektal

Ketika kanker di usus besar menyebar hingga ke rektum, kondisi ini disebut dengan kanker kolorektal. Kanker kolorektal juga sanggup dimulai sebaliknya, dari rektum dan menyebar ke usus, atau terjadi bersamaan.

Rektum atau rektal letaknya sangat bersahabat dengan usus besar. Rektum itu sendiri ialah susukan pembuangan terakhir yang mengangkut feses dari usus besar menuju anus.

Tanda dan tanda-tanda kanker usus sesuai jenisnya

Sel kanker sanggup berkembang di penggalan usus mana pun. Maka dari itu, tanda dan tanda-tanda yang mungkin muncul karenanya sanggup berbeda sesuai lokasi aslinya.

Kanker itu sendiri pun umumnya tidak lansung memunculkan tanda-tanda berarti. Namun ada beberapa tanda-tanda yang sanggup dicurigai sebagai ciri kanker apabila Anda mengalami kondisi di bawah ini.

Tanda dan tanda-tanda kanker usus kecil meliputi:

  • Sakit perut
  • Kulit dan penggalan putih mata menguning, jaundice
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Berat tubuh turun tanpa sebab
  • Ada darah di dalam feses, terkadang juga berwarna hitam
  • Feses cair atau diare
  • Kulit memerah

Sementara, tanda-tanda kanker usus besar dan kolorektal sanggup meliputi:

  • Perubahan buang air besar, termasuk sembelit atau diare yang tampaknya tidak hilang
  • Merasa mirip Anda tidak sanggup mengosongkan isi perut Anda sepenuhnya walaupun sudah BAB
  • Anda sering kebelet buang air besar
  • Merasakan kram di rektum Anda
  • Muncul bercak darah yang gelap di celana tanpa sadar
  • Ada darah di feses Anda
  • Perut kembung dan tidak nyaman rasanya
  • Suka merasa tubuh lelah tanpa alasannya ialah yang jelas
  • Kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan
  • Nyeri panggul, yang sanggup terjadi pada tahap tamat penyakit

Cara mendiagnosis kanker usus

Kanker hanya sanggup didiagnosis oleh dokter dan dipastikan lewat serangkaian investigasi medis.

Pertama-tama dokter mungkin akan menanyakan tanda-tanda apa saja yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda selama ini, serta riwayat medis dalam keluarga.

Jika Anda memang benar dicurigai terkena kanker usus, dokter akan menyarankan Anda melaksanakan serangkaian tes berikut:

1. Tes pemindaian

Tes ini sanggup memperlihatkan citra penggalan dalam usus Anda. Dengan begitu, dokter sanggup melihat apakah benar ada kemunculan benjolan tumor yang dicurigai kanker atau tidak. Pemindaian juga sanggup sekaligus memberi tahu dokter apakah kanker telah menyebar.

Jenis tesnya sanggup termasuk sinar-X, CT scan, atau MRI.

2. Endoskopi

Dokter juga mungkin akan melaksanakan tes endoskopi untuk melihat penggalan dalam kerongkongan, perut, dan usus Anda. 

Untuk melaksanakan endoskopi dokter akan memasukkan  endoskop, selang tipis mirip tabung yang mempunyai cahaya dan kamera di ujungnya.

Anda akan diberikan obat untuk menenangkan rubuh Anda ketika dimasukkan selang dalam mekanisme ini. 

3. Kolonoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memakai kolonoskop, sebuah selang fleksibel yang dilengkapi dengan senter, kamera, dan pisau bedah mikro untuk mengambil jaringan di usus.

Alat kolonoskop akan dimasukkan melalui anus, kemudian ke rektum, dan ke susukan usus. Di ketika yang sama pula, dokter akan memompa karbon dioksida semoga gambar usus lebih terang terlihat.

Selama skrinig kolonoskopi, setiap pertumbuhan abnormal pada usus besar dan rektum akan dilihat. Apa ada pertumbuhan abonormal, itu juga sanggup dihilangkan dengan alat yang ada di tabung kolonoskopi.

Saat menjalani tes ini, umumnya pasien akan diberikan obat sedasi yang bertujuan untuk menenangkan tubuh pasien.

4. Tes-tes lainnya

Jika dari ketiga tes di atas diagnosis kaker usus belum sanggup ditegakkan, dokter selanjutnya sanggup melakukan:

  • Tes kimia darah.
  • Tes fungsi hati.
  • Tes darah okultisme untuk mendeteksi darah di feses Anda.
  • Biopsi kelenjar getah bening. Dokter Anda mengangkat sepotong kelenjar getah bening Anda untuk menyidik sel-sel kanker.
  • Laparotomi. Operasi memotong dinding perut Anda untuk mencari tanda-tanda penyakit

Apa saja pengobatan kanker usus?

Untuk mengatasi kanker usus, umumnya dokter akan melaksanakan satu atau beberapa kombinasi pengobatan. Berikut ialah pilihannya:

1. Kolektomi

Pembedahan atau operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar, disebut sebagai kolektomi Dokter bedah umumnya akan mengangkat penggalan usus besar yang sudah mulai terkena kanker dan kawasan sekitarnya.

Kelenjar getah bening di sekitarnya juga biasanya diangkat apabila ini ialah titik mula penyebaran kanker hingga ke usus. Nantinya, penggalan usus yang sehat akan disambungkan kembali ke rektum atau menempel pada stoma, tergantung pada seberapa besar dokter mengangkat usus Anda.

Sebelumnya, perlu diketahui dulu bahwa ketika melaksanakan operasi kanker, dokter akan menciptakan stoma. Stoma ialah lubang yang dibentuk di dinding perut. Nantinya feses atau urin akan masuk ke dalam kantong stoma sesudah menjalani operasi kanker usus. 

2. Laparoskopi

Apabila kanker belum menyebar luas, dokter sanggup mengangkat dan menghilangkan kanker dengan bedah laparoskopi.

Bedah ini dilakukan dengan cara memakai beberapa sayatan kecil di perut. Lalu, penggalan usus yang terkena kanker akan diangkat. 

3. Paliatif

Operasi paliatif  sanggup dipakai untuk mengobati kanker. Operasi ini bertujuan untuk meringankan tanda-tanda pada masalah kanker yang tidak sanggup diobati. Operasi ini juga berkhasiat untuk meredakan penyumbatan pada usus,  mengatasi rasa sakit, perdarahan, dan tanda-tanda lainnya.

4. Kemoterapi

Kemoterapi ialah pengobatan yang memakai materi kimia alias obat. Obat kemoterapi akan mengganggu proses pembelahan sel dengan merusak protein atau DNA sel kanker.

Perawatan kemoterapi ini menargetkan setiap sel yang membelah dengan cepat, termasuk yang sehat. Sel-sel yang sehat biasanya sanggup pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh materi kimia, tetapi sel-sel kanker tidak bisa.

Kemoterapi umumnya dipakai untuk mengobati kanker usus yang telah menyebar, Ini lantaran obat-obatan kemoterapi efeknya memang menyebar ke seluruh tubuh.

Pengobatan sanggup dilakukan dalam beberapa siklus, sehingga butuh beberapa tahapan kemoterapi selama masa pengobatan. 

Kemoterapi kanker usus sanggup mengakibatkan beberapa imbas samping berikut:

  • Rambut rontok
  • Mual 
  • Kelelahan 
  • Muntah 

Sebagian besar imbas samping umumnya sembuh beberapa ahad sesudah melaksanakan kemoterapi. Dokter juga akan melaksanakan kombinasi terapi kemoterapi dengan perawatan lain,  tergantung dengan kondisi kanker Anda..

5. Radiasi

Terapi radiasi ialah pengobatan kanker ang tuyjuannya merusak dan membunuh sel-sel kanker. Radiasi ini memfokuskan sinar gamma berenergi tinggi.

Sinar gamma radioaktif dipancarkan dari logam mirip radium, atau dari sinar X berenergi tinggi. Radioterapi sanggup dipakai sebagai pengobatan berdikari untuk mengecilkan tumor atau menghancurkan sel-sel kanker, atau bersamaan dengan perawatan kanker lainnya.

Perawatan radiasi kanker usus umumnya dipakai jikalau kanker rektum berada di stadium awal. Misalnya jikalau kanker telah menembus dinding rektum atau menyebar ke kawasan lain di sekitarnya.

Efek samping terapi radiasi yang sanggup terjadi antara lain:

  • Kulit jadi lebih tipis, ringan mirip kulit terbakar atau sehabis berjemur
  • Anda mencicipi mual 
  • Muntah
  • Anda jadi mengalami diare
  • Kelelahan 
  • Nafsu makan dan penurunan berat badan

Bagaimana cara mencegah kanker usus?

Kanker usus sanggup terjadi pada siapa saja. Namun, tidak usah khawatir lantaran kanker cukup gampang diminimaliris risikonya atau bahkan dicegah dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Berikut ialah beberapa cara mencegah kanker:

1. Rajin skrining kanker

Kanker  sanggup dicegah dengan cara rajin melaksanakan pemeriksaan. Pemeriksaan ini fungsinya untuk mendeteksi adanya risiko kanker untuk sanggup segera diobati.

Jika punya riwayat keluarga kanker disarankan untuk melaksanakan beberapa kali investigasi dalam setahun. 

2. Pertahankan berat tubuh yang sehat

Beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus umumnya sering berisiko terjadi pada orang obesitas.

Coba mulai contoh dan gaya hidup dengan makan sehat sembari berolahraga rutin. Ini sanggup mencegah berat tubuh berlebih, menyehatkan tubuh, sekaligus mencegah nda dari risiko kanker. 

3. Tidak merokok

Merokok ialah salah satu hal yang wajib dihindari apabila Anda tidak ingin terkena kanker. Racun di dalam rokok g bersifat karsinogenik sanggup merusak DNA di dalam tubuh. Selain meningkatkan risiko kanker usus, rokok penyakit serius mirip penyakit jantung, stroke dan emfisema. 

4. Makan masakan sehat

Makan masakan sehat ialah salah satu cara mengurangi risiko kanker usus. Untuk itu Anda disarankan merekomendasikan diet rendah lemak, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk mengurangi risiko penyakit kanker.

Penting untuk menghindari alkohol dan masakan berdaging merah. Makan terlalu banyak daging sapi dan babi, terutama yang dibakar,  meningkatkan risiko kanker. Selain itu, makan daging olahan mirip bacon, sosis, dan bologna juga terbukti sanggup meningkatkan risiko kanker. 

5. Olahraga

Olahraga juga merupakan cara hidup sehat yang sanggup mengurangi risiko kanker usus. Olahraga sanggup menjaga kesehatan tubuh dan mental secara keseluruhan. Tidak harus olahraga yang berat mirip angkat beban.

Olahraga ringan namun rutin mirip jalan cepat, bersepeda, menari, atau berenang sanggup menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari penyakit kronis, termasuk kanker usus.