Tingkatan Pramuka Dari Terendah Hingga Tertinggi Beserta Golongannya

Diposting pada 16.318 views

Pramuka yakni organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Di Indonesia, gerakan pramuka cukup aktif diajarkan di tingkat SD, Sekolah Menengah Pertama dan SMA. Tingkatan pramuka dimulai dari tingkat siaga, penggalang, penegak hingga pandega.
Istilah pramuka sendiri merupakan kependekan dari praja muda karana. Gerakan pramuka Indonesia pun cukup aktif digalakkan sebagai acara ekstrakulikuler dalam pendidikan formal semenjak usia dini hingga tingkat lanjut.

Kegiatan pramuka mengajarkan hal-hal dan keterampilan khusus yang mempunyai kegunaan serta pembalajaran di lingkungan alam terbuka. Pramuka juga membentuk akhlak dan abjad yang sesuai dengan visi dan harapan bangsa Indonesia.

Secara umum tingkatan pramuka dibagi menjadi 4 yakni pramuka siaga (usia 7-10 tahun), pramuka penggalang (usia 11-15 tahun), pramuka penegak (usia 16-20 tahun) dan pramuka pandega (usia 21-25 tahun).

(baca juga urutan pangkat TNI)

Pramuka yakni  organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan Tingkatan Pramuka dari Terendah Sampai Tertinggi Beserta Golongannya

Tingkatan Pramuka dari Terendah Sampai Tertinggi 

Untuk lebih lengkapnya, berikut akan dijelaskan tingkatan golongan-golongan pramuka dari yang terendah hingga yang tertinggi selengkapnya.

1. Pramuka Siaga

Tingkatan dalam pramuka yang pertama yakni siaga. Anggota pramuka siaga berkisar pada usia 7 hingga 10 tahun. Artinya anggota pramuka siaga umumnya merupakan siswa kelas 1 SD hingga kelas 3 SD pada tingkat sekolah Dasar.

Satuan terkecil pada siaga disebut sebagai barung. Tiap 1 barung terdiri dari 6 hingga 10 anggota dan dipimpin oleh pimpinan barung atau pinrung. Beberapa barung dihimpun dalam satuan besar yang disebut perindukan. Tiap perindukan dipimpin oleh seorang sulung.

Barung siaga biasanya diberi nama dengan warna contohnya ibarat barung merah, barung biru, barung hijau dan sebagainya.

Dalam pramuka siaga, terdapat syarat kecakapan umum (SKU) yang harus dipenuhi untuk mendapat tanda kecapakan umum (TKU) yang dibagi menjadi tiga tingktan. Tingkatan pramuka siaga di antaranya yakni siaga mula, siaga bantu dan siaga tata.

Siaga Mula

Siaga mula merupakan tingkatan pertama dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka siaga, sebelum siaga bantu dan siaga tata.

Siaga Bantu

Siaga bantu merupakan tingkatan kedua dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka siaga, sesudah siaga mula dan sebelum siaga tata.

Siaga Tata

Siaga tata merupakan tingkatan ketiga dan terakhir dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka siaga, sesudah siaga mula dan siaga bantu.

2. Pramuka Penggalang


Tingkatan dalam pramuka yang kedua yakni penggalang. Anggota pramuka penggalang berkisar pada usia 11 hingga 15 tahun. Artinya anggota pramuka penggalang umumnya merupakan siswa kelas 4 SD hingga kelas 9 atau kelas 3 SMP.

Satuan terkecil pada siaga disebut sebagai regu. Tiap 1 regu terdiri dari 8 anggota dan dipimpin oleh pimpinan regu atau pinru. Beberapa regu dihimpun dalam satuan besar yang disebut pasukan. Tiap pasukan dipimpin oleh seorang pemimpin regu utama atau pratama.

Regu penggalang dibedakan menjadi regu penggalang putra dan regu penggalang putri. Untuk regu penggalang putra memakai nama-nama binatang ibarat harimau, elang, kobra, kalajengking dan buaya. Sedangkan regu penggalang putri memakai nama-nama bunga ibarat mawar, anggrek, kamboja dan melati.

Dalam pramuka penggalang, terdapat syarat kecakapan umum (SKU) yang harus dipenuhi untuk mendapat tanda kecapakan umum (TKU) yang dibagi menjadi empat tingktan. Tingkatan pramuka penggalang di antaranya yakni penggalang ramu, penggalang rakit, penggalang terap dan penggalang garuda.

Penggalang Ramu

Penggalang ramu merupakan tingkatan pertama dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penggalang, sebelum penggalang rakit, penggalang terap dan penggalang garuda.

Penggalang Rakit

Penggalang rakit merupakan tingkatan kedua dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penggalang, sesudah penggalang ramu serta sebelum penggalang terap dan penggalang garuda.

Penggalang Terap

Penggalang terap merupakan tingkatan ketiga dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penggalang, sesudah penggalang ramu dan penggalang rakit serta sebelum penggalang garuda.

Penggalang Garuda

Penggalang garuda merupakan tingkatan pertama dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penggalang, sesudah penggalang ramu, penggalang rakit dan penggalang terap.

3. Pramuka Penegak

Tingkatan dalam pramuka yang ketiga yakni penegak. Anggota pramuka penegak berkisar pada usia 16 hingga 20 tahun. Artinya anggota pramuka penegak umumnya merupakan siswa kelas 1 Sekolah Menengan Atas hingga dikala masuk jenjang perguruan tinggi tinggi.

Satuan terkecil pada siaga disebut sebagai sangga. Tiap 1 sangga terdiri dari 6 hingga 8 anggota dan dipimpin oleh pimpinan sangga atau pinsa. Beberapa sangga dihimpun dalam satuan besar yang disebut ambalan. Tiap ambalan dipimpin oleh seorang pradana.

Sangga penegak umumnya memakai nama-nama yang majemuk sanggup berupa nama pahlawan, tokoh wayang, istilah daerah, budaya lokal dan lain-lain.

Tingkatan pramuka penegak ada dua yakni penegak bantara dan penegak laksana.Selain itu bagi pramuka penegak yang belum mendapat tanda pengenal penegak bantara, disebut dengan penegak tamu.

Penegak Bantara

Penegak bantara merupakan tingkatan pertama dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penegak, sebelum penegak laksana.

Penegak Laksana

Penegak laksana merupakan tingkatan kedua dan tertinggi dalam syarat-syarat kecakapan umum dalam satuan pramuka penegak, sesudah penegak bantara.

4. Pramuka Pandega

Tingkatan dalam pramuka yang keempat dan terakhir yakni pandega. Anggota pramuka pandega berkisar pada usia 21 hingga 25 tahun. Artinya anggota pramuka penegak umumnya merupakan mahasiswa perguruan tinggi tinggi tingkat akhir.

Pramuka pandega dihimpun di gugus depan dimana satuan pandega disebut sebagai racana. Racana dikelola oleh dewan rancana dan dimpin seorang ketua. Satuan terkecil dalam racana yakni reka.

Racana pandega umumnya memakai nama-nama yang menggambarkan aspirasi tiap-tiap anggotanya sesuai akhlak dan abjad tiap-tiap individu.

Usai di tingkat gugus depan, lalu berlanjut ke tingkat kwartir dimana pramuka pandega sanggup bergabung dalam training satuan karya dan dewan kerja.

Nahh demikian klarifikasi tingkatan dalam pramuka dari yang terendah hingga tertinggi di Indonesia lengkap. Tingkatan pramuka dimulai dari siaga, penggalang, penegak dan pandega serta sudah dimulai semenjak usia dini hingga dewasa.