Urutan Bulan Jawa Pada Sistem Kalender Jawa Beserta Artinya

Diposting pada 2.184 views

Urutan bulan Jawa – Sistem kalender Jawa merupakan penanggalan yang dipakai Kesultanan Mataram dengan memadukan kalender Islam, Hindu dan Julian. Kalender bulan Jawa masih cukup banyak dipakai untuk memilih waktu panen atau hari baik lain di kalangan masyarakat Jawa.

Kalender Jawa menggunakan dua siklus hari yakni siklus mingguan (terdiri dari 7 hari) serta siklus pekan pancawara (terdiri dari 5 hari pasaran). Adapun 5 hari pasaran pada kalender bulan Jawa yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage.

Penanggalan Jawa sempat dipakai pada masa pemerintahan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Meski sekarang Indonesia menggunakan kalender Masehi, namun faktanya bulan Jawa juga masih banyak dipakai untuk beberapa keperluan tertentu.

Berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkn pada peredaran matahari, sistem kalender Jawa mengikuti peredaran bulan. Hal ini cukup identik dengan urutan kalender Hijriyah. Terdapat juga 12 bulan Jawa dalam sistem penanggalan Jawa.

Urutan Bulan Jawa

  1. Sura (30 hari)
  2. Sapar (29 hari)
  3. Mulud (30 hari)
  4. Bakda Mulud (29 hari)
  5. Jumadilawal (30 hari)
  6. Jumadilakir (29 hari)
  7. Rejeb (30 hari)
  8. Ruwah (29 hari)
  9. Pasa (30 hari)
  10. Sawal (29 hari)
  11. Sela (30 hari)
  12. Besar (29 hari)
(baca juga urutan nama zodiak)

 Sistem kalender Jawa merupakan penanggalan yang dipakai Kesultanan Mataram dengan memad Urutan Bulan Jawa pada Sistem Kalender Jawa Beserta Artinya

Nama-Nama Bulan Kalender Jawa

Lebih lengkapnya, berikut 12 nama-nama bulan Jawa secara berurutan dalam kalender Jawa beserta urutannya dan dijelaskan beserta arti dan maknanya.

1. Sura

Sura yakni urutan bulan pertama dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan Sura diucapkan dengan pengucapan Suro. Jumlah hari pada bulan Sura yakni 30 hari.
Sura berimpit dengan bulan Muharram pada kalender Islam. Nama Sura diambil dari perayaan hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram pada sistem kalender bulan Islam.

2. Sapar

Sapar yakni urutan bulan kedua dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Sapar yakni 29 hari.
Sapar berimpit dengan bulan Safar pada kalender Islam. Nama Sapar juga diambil dari bulan Safar pada sistem kalender Hijriyah.

3. Mulud

Mulud yakni urutan bulan ketiga dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Mulud yakni 30 hari.
Mulud berimpit dengan bulan Rabiul Awal pada kalender Islam. Nama Mulud diambil dari perayaan Maulid Nabi yang jatuh pada bulan Rabiul Awal pada sistem kalender Hijriyah.

4. Bakda Mulud

Bakda Mulud yakni urutan bulan keempat dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Bakda Mulud yakni 29 hari.
Bakda Mulud berimpit dengan bulan Rabiul Akhir pada kalender Islam. Nama Bakda Mulud berarti sesudah bulan Mulud.

5. Jumadilawal

Jumadilawal yakni urutan bulan kelima dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Jumadilawal yakni 30 hari.
Jumadilawal berimpit dengan bulan Jumadil Awal pada kalender Islam. Nama Jumadilawal juga diambil dari bulan Jumadil Awal pada sistem kalender Hijriyah.

6. Jumadilakir

Jumadilakir yakni urutan bulan keenam dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Jumadilakir adalah 29 hari.
Jumadilakir berimpit dengan bulan Jumadil Akhir pada kalender Islam. Nama Jumadilakir juga diambil dari bulan Jumadil Akhir pada sistem kalender Hijriyah.

7. Rejeb

Rejeb yakni urutan bulan ketujuh dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Rejeb yakni 30 hari.
Rejeb berimpit dengan bulan Rajab pada kalender Islam. Nama Rejeb juga diambil dari bulan Rajab pada sistem kalender Hijriyah.

8. Ruwah

Ruwah yakni urutan bulan kedelapan dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan Ruwah juga sering disebut sebagai bulan Arwah atau bulan Saban. Jumlah hari pada bulan Ruwah yakni 29 hari.
Ruwah berimpit dengan bulan Sya’ban pada kalender Islam. Nama Ruwah diambil berkaitan dengan Nisfu Syaban dimana dianggap amalan dari ruh selama setahun dicatat yang jatuh pada bulan Sya’ban pada sistem kalender Hijriyah.

9. Pasa

Pasa yakni urutan bulan kesembilan dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Pasa diucapkan dengan pengucapan Poso. Jumlah hari pada bulan Pasa yakni 30 hari. Bulan Pasa juga disebut sebagai bulan Puwasa, bulan Siyam atau bulan Ramelan.
Poso berimpit dengan bulan Ramadhan pada kalender Islam. Nama Pasa diambil dari ibadah puasa yang wajib dijalankan oleh umat Islam selama bulan Ramadhan pada sistem kalender Hijriyah.

10. Sawal

Sawal yakni urutan bulan kesepuluh dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Jumlah hari pada bulan Sawal yakni 29 hari.
Sawal berimpit dengan bulan Syawal pada kalender Islam. Nama Sawal juga diambil dari bulan Syawal pada sistem kalender Hijriyah.

11. Sela

Sela yakni urutan bulan kesebelas dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan Sela juga sering disebut sebagai bulan Dulkangidah atau bulan Apit. Jumlah hari pada bulan Sela yakni 30 hari.
Sela berimpit dengan bulan Dzulkaidah pada kalender Islam. Nama Sela diambil dari bahasa Sansakerta.

12. Besar

Besar yakni urutan bulan keduabelas dan yang terakhir dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan Besar juga sering disebut sebagai bulan Dulkahijjah. Jumlah hari pada bulan Besar yakni 29 hari atau 30 hari.
Besar berimpit dengan bulan Dzulhijjah pada kalender Islam. Nama Besar berkaitan dengan hari raya Idul Adha yang diperingati di bulan Dzulhijjah pada sistem kalender Hijriyah.

Daftar Bulan Jawa Matahari

Secara umum sistem kalender bulan Jawa menggunakan penanggalan komariah atau menurut peredaran bulan. Meski begitu pada tahun 1856 Masehi sempat diusulkan penggunalan bulan Jawa menurut peredaran Matahari.
Penggunaannya ini diadaptasi dengan kalender Gregorian yang juga menurut pada matahari yang ketika itu disebut sebagai pranata mangsa. Berikut urutan bulan Jawa sesuai sistem kalender matahari yang ketika ini sudah jarang dipakai lagi.
  1. Kasa (23 Juni hingga 2 Agustus)
  2. Karo (3 Agustus hingga 25 Agustus)
  3. Katiga/Katelu (26 Agustus hingga 18 September)
  4. Kapat (19 September hingga 13 Oktober)
  5. Kalima (14 Oktober hingga 9 November)
  6. Kanem (10 November hingga 22 Desember)
  7. Kapitu (23 Desember hingga 3 Februari)
  8. Kawolu (4 Februari hingga 1 Maret)
  9. Kasanga (2 Maret hingga 26 Maret)
  10. Kadasa (27 Maret hingga 19 April)
  11. Dhesta (20 April hingga 12 Mei)
  12. Sadha (13 Mei hingga 22 Juni)

Demikianlah urutan 12 nama-nama bulan Jawa dalam sistem kalender Jawa selengkapnya. Dijelaskan juga arti dan makna penamaan tiap bulan serta jumlah hari bulan Jawa yang diadaptasi dengan urutan bulan Hijriyah. Semoga sanggup bermanfaat dan menjadi referensi.